Rabu, 12 Agustus 2026

Jangan Jatuh Cinta #14

 HAHA, SIAP 😆


## **BONUS CHAPTER


Cowok Ganteng Itu Masih Terlalu Ganteng**


Arga lagi jalan sama Naya di mall.


Pegangan tangan?

Belum.


Jarak tangan mereka:

**dua sentimeter penuh ketegangan.**


Arga berkeringat.


> *“Tenang. Ini kencan santai.”*


Lalu…


> “ARGA?!”


Suara itu.


Arga **membeku**.


Perlahan, dia menoleh.


Dan di sana berdiri…

**RAKA.**


Tinggi.

Putih.

Senyum kayak iklan pasta gigi.


Semesta langsung muter ke mode **FLASHBACK HD**.


---


### **Flashback Otomatis: Luka Lama Aktif Lagi**


Sekolah lama.


Arga berdiri di samping Raka.


Cewek-cewek:


> “Rakaaa~”

>

> “Eh Arga, pinjem Raka bentar ya~”


Arga:


> “…oh.”


Cewek yang pernah bikin Arga baper:


> “Arga baik banget sih.”


Terus, ke Raka:


> “Kamu udah makan belum?”


*KRIIIING.*


Kembali ke mall.


---


### **Pertemuan yang Tidak Seimbang**


Raka mendekat dan memeluk Arga.


> “GILA, LU MAKIN… sama aja.”


Arga:


> “Makasih…?”


Raka menoleh ke Naya.


> “Ini siapa?”


Naya tersenyum sopan.


> “Aku Naya.”


Raka mengulurkan tangan.


> “Raka.”


Arga memperhatikan.


Dalam kepala:


> *“JANGAN TERPESONA. JANGAN.”*


---


### **Komedi: Dunia Tidak Adil**


Mereka duduk di café.


Pelayan datang.


> “Pesan apa, Kak?”


Naya belum jawab.


Pelayan langsung ke Raka.


> “Kakaknya mau pesan apa?”


Raka:


> “Americano aja.”


Pelayan:


> “Siap, Kak.”


Arga:


> *“AKU JUGA KAK, PADAHAL.”*


---


### **Naya Mengamati dengan Tajam**


Naya memperhatikan Arga.


Postur menurun.

Bahunya kaku.

Tatapan mulai ngelantur.


> “Kalian sahabat lama?” tanya Naya.


Arga mengangguk.


> “Iya… dulu.”


Raka tertawa.


> “Arga nih polos banget dari dulu.”


Naya melirik Arga.


> “Polos?”


Arga:


> “Aku… transparan.”


---


### **Trauma Lama Disenggol Halus**


Cewek di meja sebelah melirik Raka.


Lama.


Kemudian bertanya ke Arga:


> “Mas, itu temannya single?”


Arga refleks menjawab cepat:


> “Enggak—eh—mungkin—eh—”


Raka:


> “Single kok.”


Cewek itu senyum.


Arga:


> *“OH TIDAK. KITA DI SINI LAGI.”*


---


### **Naya Tidak Seperti Dulu**


Naya menaruh minumannya.


Menatap cewek itu.


> “Maaf, dia lagi ngobrol sama kami.”


Nada halus.

Tapi tegas.


Cewek itu mundur.


Arga menatap Naya kaget.


> “Kamu… barusan…”


Naya mengangkat bahu.


> “Kenapa? Kamu pacarku.”


Kata itu.


**PACARKU.**


Panel komik hampir muncul, tapi Arga **menekannya sendiri**.


---


### **Percakapan Jujur Arga & Raka**


Raka menepuk bahu Arga.


> “Lu kelihatan beda.”


Arga tersenyum kecil.


> “Lu masih terlalu ganteng.”


Raka ketawa.


> “Lu masih kebanyakan mikir.”


> “Tapi sekarang gue nggak sendirian mikirnya.”


Raka melirik Naya.


> “Lu beruntung.”


Arga mengangguk.


> “Gue tahu.”


---


### **Ending: Trauma Ditutup Pelan**


Saat pulang, Arga menggenggam tangan Naya.


Kali ini…

**beneran.**


> “Aku kira aku bakal kecil lagi kalau ketemu dia.”


Naya tersenyum.


> “Kamu nggak kecil.”


> “Aku cuma beda.”


Arga tertawa.


> “Iya. Dan… aku nggak kabur.”


Naya menggenggam balik.


> “Good.”


Di belakang mereka, Raka melambaikan tangan.


Masih ganteng.

Masih bersinar.


Tapi untuk pertama kalinya…

**tidak bikin Arga hilang diri.**


---



Tidak ada komentar:

Posting Komentar