HAHA, SIAP 😆
## **BONUS CHAPTER
Cowok Ganteng Itu Masih Terlalu Ganteng**
Arga lagi jalan sama Naya di mall.
Pegangan tangan?
Belum.
Jarak tangan mereka:
**dua sentimeter penuh ketegangan.**
Arga berkeringat.
> *“Tenang. Ini kencan santai.”*
Lalu…
> “ARGA?!”
Suara itu.
Arga **membeku**.
Perlahan, dia menoleh.
Dan di sana berdiri…
**RAKA.**
Tinggi.
Putih.
Senyum kayak iklan pasta gigi.
Semesta langsung muter ke mode **FLASHBACK HD**.
---
### **Flashback Otomatis: Luka Lama Aktif Lagi**
Sekolah lama.
Arga berdiri di samping Raka.
Cewek-cewek:
> “Rakaaa~”
>
> “Eh Arga, pinjem Raka bentar ya~”
Arga:
> “…oh.”
Cewek yang pernah bikin Arga baper:
> “Arga baik banget sih.”
Terus, ke Raka:
> “Kamu udah makan belum?”
*KRIIIING.*
Kembali ke mall.
---
### **Pertemuan yang Tidak Seimbang**
Raka mendekat dan memeluk Arga.
> “GILA, LU MAKIN… sama aja.”
Arga:
> “Makasih…?”
Raka menoleh ke Naya.
> “Ini siapa?”
Naya tersenyum sopan.
> “Aku Naya.”
Raka mengulurkan tangan.
> “Raka.”
Arga memperhatikan.
Dalam kepala:
> *“JANGAN TERPESONA. JANGAN.”*
---
### **Komedi: Dunia Tidak Adil**
Mereka duduk di café.
Pelayan datang.
> “Pesan apa, Kak?”
Naya belum jawab.
Pelayan langsung ke Raka.
> “Kakaknya mau pesan apa?”
Raka:
> “Americano aja.”
Pelayan:
> “Siap, Kak.”
Arga:
> *“AKU JUGA KAK, PADAHAL.”*
---
### **Naya Mengamati dengan Tajam**
Naya memperhatikan Arga.
Postur menurun.
Bahunya kaku.
Tatapan mulai ngelantur.
> “Kalian sahabat lama?” tanya Naya.
Arga mengangguk.
> “Iya… dulu.”
Raka tertawa.
> “Arga nih polos banget dari dulu.”
Naya melirik Arga.
> “Polos?”
Arga:
> “Aku… transparan.”
---
### **Trauma Lama Disenggol Halus**
Cewek di meja sebelah melirik Raka.
Lama.
Kemudian bertanya ke Arga:
> “Mas, itu temannya single?”
Arga refleks menjawab cepat:
> “Enggak—eh—mungkin—eh—”
Raka:
> “Single kok.”
Cewek itu senyum.
Arga:
> *“OH TIDAK. KITA DI SINI LAGI.”*
---
### **Naya Tidak Seperti Dulu**
Naya menaruh minumannya.
Menatap cewek itu.
> “Maaf, dia lagi ngobrol sama kami.”
Nada halus.
Tapi tegas.
Cewek itu mundur.
Arga menatap Naya kaget.
> “Kamu… barusan…”
Naya mengangkat bahu.
> “Kenapa? Kamu pacarku.”
Kata itu.
**PACARKU.**
Panel komik hampir muncul, tapi Arga **menekannya sendiri**.
---
### **Percakapan Jujur Arga & Raka**
Raka menepuk bahu Arga.
> “Lu kelihatan beda.”
Arga tersenyum kecil.
> “Lu masih terlalu ganteng.”
Raka ketawa.
> “Lu masih kebanyakan mikir.”
> “Tapi sekarang gue nggak sendirian mikirnya.”
Raka melirik Naya.
> “Lu beruntung.”
Arga mengangguk.
> “Gue tahu.”
---
### **Ending: Trauma Ditutup Pelan**
Saat pulang, Arga menggenggam tangan Naya.
Kali ini…
**beneran.**
> “Aku kira aku bakal kecil lagi kalau ketemu dia.”
Naya tersenyum.
> “Kamu nggak kecil.”
> “Aku cuma beda.”
Arga tertawa.
> “Iya. Dan… aku nggak kabur.”
Naya menggenggam balik.
> “Good.”
Di belakang mereka, Raka melambaikan tangan.
Masih ganteng.
Masih bersinar.
Tapi untuk pertama kalinya…
**tidak bikin Arga hilang diri.**
---
Tidak ada komentar:
Posting Komentar