Kamis, 09 Juli 2026

Jangan Jatuh Cinta #10


## **CHAPTER 10


Hari di Mana Semua Salah Paham Bertabrakan**


Hari itu akhirnya datang.


Hari yang selama ini Arga takuti, hindari, dan pura-pura tidak ada di kalender hidupnya.


**Festival Sekolah.

Hari Pementasan Drama.**


Dan tentu saja…

semesta bangun pagi dengan niat jahat.


---


### **Pagi yang Terlalu Tenang untuk Bencana Besar**


Arga berdiri di depan cermin kamar.


Seragam rapi.

Rambut disisir.

Wajah… pucat.


Dia menatap dirinya sendiri lama.


> “Ini cuma drama,” katanya pelan.

> “Bukan hidup.”


Tas di bahunya terasa berat.


Bukan karena buku.

Tapi karena **perasaan yang belum dibereskan**.


---


### **Di Sekolah: Aura Tidak Enak Tercium**


Begitu sampai sekolah, Arga langsung merasakan sesuatu yang salah.


Terlalu ramai.

Terlalu berisik.

Terlalu banyak mata.


Rani menyapa singkat.


> “Semangat.”


Nada suaranya sopan. Jaraknya jelas.


Maya lewat, menatap Arga sekilas.


> “Jangan bikin orang nangis.”


Arga ingin jawab…

tapi tidak tahu jawab apa.


Dan Naya?


Tidak kelihatan.


---


### **Backstage: Jarak yang Menyakitkan**


Di belakang panggung, kostum dibagikan.


Arga mengenakan pakaian karakter utama:

jas sederhana, kemeja putih.


Naya berdiri beberapa langkah darinya.


Cantik.

Tenang.

Terlalu tenang.


Arga memberanikan diri mendekat.


> “Naya…”


Naya menoleh.


> “Iya?”


Nada netral. Profesional.


> “Setelah ini… kita bisa ngomong?”


Naya terdiam sebentar.


> “Setelah panggung.”


Arga mengangguk.


Dalam hati:


> *“Kalau masih ada setelah panggung.”*


---


### **Komedi Sebelum Tragedi**


Properti panggung mulai dicek.


Ada bangku taman.

Ada tirai.

Ada lampu gantung dekoratif.


Panitia ribut.


> “Lampunya aman, kan?”

>

> “Harusnya.”

>

> “HARUSNYA ITU BUKAN JAWABAN.”


Arga melirik lampu itu.


Entah kenapa…

dadanya tidak enak.


---


### **Drama Dimulai**


Lampu mati.

Lampu panggung menyala.


Penonton ramai.


Arga dan Naya masuk panggung.


Dialog mengalir.


> **Naya (naskah):**

> “Kamu selalu datang… lalu pergi.”


Arga menatapnya.


Untuk pertama kalinya, dia tidak tahu apakah ini naskah…

atau kenyataan.


> **Arga (naskah):**

> “Karena aku takut… tapi aku tetap kembali.”


Suara Arga bergetar.


Guru seni di bangku depan menepuk pelan.


> “Bagus…”


---


### **Detik yang Mengubah Segalanya**


Masuk adegan puncak.


Naya berdiri tepat di bawah **lampu gantung dekoratif**.


Tali penyangganya berderit.


*KREEET.*


Arga mendengarnya.


Matanya membesar.


Dalam kepala Arga, **dunia berubah jadi panel komik**.


* Background gelap

* Slow motion

* Teks besar:


  > *“SELAMATKAN DIA.”*


Arga tidak mikir.


Dia **meloncat**.


---


### **Adegan Komik yang Salah di Dunia Nyata**


Arga menarik Naya ke pelukannya.


Penonton menahan napas.


Lampu…

**tidak jatuh ke arah Naya**.


Lampu jatuh ke samping panggung.


*DUAAARR.*


Aman.


Terlalu aman.


Arga masih memeluk Naya.


Hening.


Romantis.


Lalu…


Otak Arga hidup lagi.


> *“INI TERLALU NYATA.”*


Dia **langsung melepaskan** Naya.


Terlalu cepat.


Naya kehilangan keseimbangan.


> “Arga—!”


*BRUK.*


Naya jatuh ke lantai panggung.


Penonton:


> “OOOOH—”


Guru berdiri.


> “ASTAGA!”


Arga panik total.


> “Ma—maaf—aku—”


Dan tentu saja…


**dia kabur.**


---


### **Panggung, Air Mata, dan Salah Paham Terbesar**


Naya duduk di panggung.


Sakit sedikit.

Malu banyak.


Dan yang paling sakit:

**hatinya.**


Dalam pikirannya:


> *“Dia nyelametin aku… lalu langsung ngejauh.”*

> *“Dia benci aku, ya?”*


Air mata jatuh.


Bukan bagian naskah.


Penonton bingung:


> “Ini akting?”

>

> “Kok kayak nyata?”


Maya di belakang panggung mengepalkan tangan.


> “Bodoh…”


Rani menutup mulutnya.


> “Arga…”


---


### **Arga Kabur ke Tempat Favoritnya**


Arga berlari.


Lorong.

Tangga.

Atap sekolah.


Dia terengah.


Tangannya gemetar.


> “KENAPA AKU SELALU NGELAKUIN INI…”


Flashback menyerbu.


Komik.

Trauma.

Kesalahan yang diulang.


Arga duduk, menutup wajah.


Di bawah sana…

festival masih berjalan.


Tapi cerita Arga dan Naya…

**retak tepat di klimaksnya.**


---


**END OF CHAPTER 10**



Tidak ada komentar:

Posting Komentar