Senin, 06 Juli 2026

Jangan Jatuh Cinta #7


## **CHAPTER 7


Cemburu yang Tidak Diakui**


Arga bangun pagi dengan satu perasaan aneh.


Bukan takut.

Bukan nyaman.

Tapi **tidak enak**.


Perasaan yang muncul saat kamu bilang “nggak apa-apa”, padahal jelas **apa-apa**.


---


### **Naya yang Berubah (Pelan Tapi Terasa)**


Di kelas, Arga langsung mencari satu sosok.


Bangku dekat jendela masih diisi Naya.


Tapi…


Dia tidak menoleh.

Tidak menyapa.

Tidak senyum kecil.


Bukan dingin.

Lebih tepatnya: **berjarak**.


Arga duduk, gelisah.


Dalam kepala:


> *“Aku salah apa?”*


Padahal dia tahu jawabannya.


---


### **Maya Masuk, Tanpa Rem**


Saat jam kosong, Maya menghampiri Arga.


Langsung duduk di mejanya.


> “Kamu kabur lagi kemarin.”


Nada suaranya bukan marah.

Lebih ke observasi.


Arga menggaruk kepala.


> “Aku pusing.”


Maya mencondongkan badan sedikit.


> “Aku bisa bikin kamu nggak pusing.”


Arga hampir jatuh dari kursi.


> “Maya…”


Maya tersenyum.


> “Aku serius. Aku jelas. Kamu nggak perlu nebak-nebak.”


Dan itu…


**menggoda**.


---


### **Rani Memilih Mundur**


Di koridor, Rani menyapa Arga untuk terakhir kalinya.


> “Arga.”


Arga menoleh.


> “Iya?”


Rani tersenyum tipis, tapi matanya capek.


> “Aku nggak mau jadi salah paham terus.”


Arga ingin bilang sesuatu…

tapi tidak ada kalimat yang cukup.


Rani menepuk lengannya.


> “Semoga kamu bahagia.”


Dan pergi.


Arga berdiri lama.


> *“Aku selalu kehilangan orang… karena aku diam.”*


---


### **Cemburu Datang Tanpa Undangan**


Sore itu, Arga melihat pemandangan yang bikin dadanya aneh.


Naya berdiri di depan kelas…

bersama cowok lain.


Mereka ngobrol.


Tertawa kecil.


Arga berhenti jalan.


Dalam kepala:


> *“Siapa dia?”*


Hatinya terasa sempit.


Lalu otaknya cepat-cepat menyela:


> *“Bukan urusanmu.”*


Tapi perasaan tidak mau dengar.


Arga berbalik arah.


Kabur.


---


### **Flashback Konyol yang Menampar**


Flashback muncul.


Sekolah lama.

Dia melihat cewek yang dia suka tertawa dengan cowok lain.


Dia diam.

Menunggu.

Kabur.


Ending-nya?

Dia ditinggal tanpa pernah tahu kenapa.


Arga memejamkan mata.


> “Aku ngulang lagi.”


---


### **Pesan yang Tidak Dibalas**


Malam itu, Arga membuka chat.


Pesan Naya kemarin masih ada.


Arga mengetik:


> *“Kamu kenapa?”*


Lalu menghapus.


Dia mengetik lagi:


> *“Maaf kalau aku bikin kamu…”*


Menghapus lagi.


Akhirnya, tidak terkirim apa pun.


Di sisi lain, Naya menatap layar juga.


Lama.


Lalu menaruh ponsel.


> “Kalau dia mau, dia akan bicara.”


---


### **Akhir Chapter: Semua Menunggu**


Arga duduk di kamar.


Komik terbuka di halaman terakhir.


Balon dialog:


> *‘Kadang, yang paling menakutkan bukan ditolak… tapi mencoba.’*


Arga menutup buku.


> “Aku takut dua-duanya.”


Dan di sekolah, jarak antara Arga dan Naya tidak jauh…


Tapi terasa **panjang sekali**.


---


**END OF CHAPTER 7**



Tidak ada komentar:

Posting Komentar